sebelumnya saya akan memberikan dulu istilah istilah yang dipergunakan dalam pewayangan
Berikut ini adalah sebutan yang digunakan dalam dunia pewayangan:
1. Begawan adalah sebutan untuk seorang pendeta yang berasal dari raja yang
meninggalkan kerajaan
2. Batara atau Betara adalah sebutan untuk tokoh wayang yang berjiwa Ketuhanan,
dan merupakan titisan dewa
3. Dahyang: sama dengan sebutan Pendeta.
4. Dewa: sebutan untuk tokoh wayang yang berjiwa Ketuhanan.
5. Dewi: sebutan untuk seorang puteri kerajaan atau sebutan untuk dewa perempuan
6. Yanggan : sebutan rendahan dari tokoh Wasi.
7. Resi : sebutan untuk seorang yang suci.
8. Sang: awalan sebutan yang luhur.
9. Pandita : sebutan seorang yang luhur jiwanya.
10. Wara : sebutan seorang yang tersohor, baik laki-laki atau perempuan.
11. Wasi sebutan seorang pendeta yang agak rendahan.
12. Putut : sebutan seorang murid atau pelayan pendeta.
13. Cekel: hamba seorang pendeta yang dianggap keluarga.
14. Cantrik : hamba atau anak murid pendeta.
15. Prabu : sebutan seorang raja.
ini memang si mbah sengaja tampilkan biar generasi muda sekarang ini juga ikut mengenal dan bisa yaaaaa setidaknya tahu lah. Dan yang pertama kita awali dulu dari yang Paling buagus ini :
ABIMANYU

ABIMANYU dikenal pula dengan nama :
Angkawijaya,
Jaya Murcita,
Jaka Pangalasan,
Partasuta,
Kirityatmaja,
Sumbadraatmaja,
Wanudara dan
Wirabatana.
Abimanyu adalah putra Arjuna, salah satu dari lima satria Pandawa dengan Dewi Sumbadra, putri Prabu Basudewa, raja Negara Mandura dengan Dewi Badrahini.
Abimanyu mempunyaai 13 orang saudara lain ibu, yaitu : Sumitra, Bratalaras, Bambang Irawan, Kumaladewa, Kumalasakti, Wisanggeni, Wilungangga, Endang Pregiwa, Endang Pregiwati, Prabakusuma, Wijanarka, Anantadewa dan Bambang Sumbada.
Abimanyu merupakan makhluk kekasih Dewata.
Sejak dalam kandungan Abimanyu telah mendapat “Wahyu Hidayat”, yang mempunyai daya : mengerti dalam segala hal.
Setelah dewasa Abimanyu mendapat “Wahyu Cakraningrat”, suatu wahyu yang dapat menurunkan raja-raja besar.
Abimanyu mempunyai sifat dan perwatakan; halus, baik tingkah lakunya, ucapannya terang, hatinya keras, besar tanggung jawabnya dan pemberani. Dalam olah keprajuritan ia mendapat ajaran dari ayahnya, Arjuna.
Sedang dalam olah ilmu kebathinan mendapat ajaran dari kakeknya, Bagawan Abiyasa.
Abimanyu tinggal di kesatrian Plangkawati, setelah dapat mengalahkan Prabu Jayamurcita.
Abimanyu mempunyai dua orang isteri, yaitu :
1. Dewi Siti Sundari, putri Prabu Kresna , Raja Negara Dwarawati
dengan Dewi Pratiwi, dan
2. Dewi Utari, putri Prabu Matswapati
dengan Dewi Ni Yutisnawati, dari negara Wirata, dan berputra
Parikesit.
Abimanyu gugur dalam perang Bharatayuda oleh gada Kyai Glinggang milik Jayadrata, satria Banakeling.























































